Wednesday, 12 April 2017



OBAT  ANTIDIABETES DAN INTERAKSINYA

Obat antidiabetes adalah obat yang digunakan untuk mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus, suatu  penyakit dimana terdapat kerusakan sebagian atau keseluruhan dari sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin yang cukup, salah satu hormon yang diperlukan untuk mengatur kadar glukosa. Dalam beberapa kasus, terdapat beberapa bukti bahwa penyakit ini disebabkan karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi aktifitas insulin.
Dengan kekurangan insulin, jaringn tubuh tidak mampu menangkap dan mencerna glukosa yang terdapat dalam sirkulasi darah. Oleh karena itu, glukosa yang sebagian besar diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, dab secara normal dieliminasi dan disimpan di jaringan, kadarnya meningkat dalam darah dan ginjal tidak mampu memprosesnya.
Secara umum, terdapat dua tipe diabetes :
  1. Diabetes tipe 1 (juvenile atau insulin dependent diabetes mellitus (IDDM)), dimana pankreas secara mendadak, atau secara total tidak mampu memproduksi insulin, dan membutuhkan insulin untuk terapi
  2. Diabetes tipe 2 (maturity-onset atau non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM)), dimana sering tampak pada usia diatas 40 tahu. Hal ini muncul ketika pankreas secara perlahan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan insulin dalam hitungan bulan, tahun, atau adanya kekebalan untuk menghasilkan insulin. Ini sering dihubungkan dengan adanya obesitas dan diet yang kurang bagus.

DEFINISI
  1. Adisi : Beberapa obat yang diberikan bersama-sama memberikan efek yang merupakan penjumlahan dari efek masing-masing obat bila diberikan secara terpisah
  2. Sinergis : Beberapa obat mempunyai aksi yang hampir sama, bila diberikan bersama-sama ,memberikan efek yang lebih besar dari efek masing-masing obat yang diberikan secara terpisah
  3. Potensiasi : Beberapa obat yang diberikan bersama-sama dengan aksi-aksi yang tidak sama, memberikan efek yang lebih besar pada pasien, dari pada efek masing-masing secara terpisah.

ANTIDIABETES PARENTERAL
Analog amilin
Pramilinitida merupakan analog sintetik dari amilin, hormon pankreas yang berperan dalam homeostasis glukosa. Pramilinitida menurunkan laju pengosongan lambung dan menurunkan. Diberikan secara subkutan dengan cepat bersamaan dengan makanan, dan diberikan pada pasien yang telah menerima insulin

Increatin mimetic
Exenatide merupakan increatin mimetic yang berperan sebagai agonis dari glukagon-like peptida-1 (GLP-1). Obat ini meningkatkan sekresi dari insulin ketika kadar glukosa tinggi. Diberikan secara subkutan, sebagai tambahan pada penderita diabetes tipe 2 yang telah menerima metformin, sulfonilurea, atau keduanya

Insulin
Insulin diekstraksi dari jaringan pankreas dari sapi yang mirip dengan insulin manusia yang dapat digunakan sebagai pengganti. Namun, insulin pada manusia secara umum diproduksi secara genetik dengan menggunakan teknik mikroorganisme. Insulin biasanya diberikan secara injeksi. Onset dan durasi aksi dari insulin dapat diperpanjang dengan pembentukan kompleks dengan zink atau protamin. Insulin aspartat dan insulin lispro memiliki onset dan durasi aksi yang lebih cepat dibandingkan insulin saja.

ANTIDIABETES ORAL
Aldose reduktase inhibitor
Epalrestat menghambat enzim aldose reduktase, dimana mengubah glukosa menjadi sorbitol. Akumulasi dari sorbitol mungkin memainkan peran dalam sebagian komplikasi diabetes.

Alfa-glukosidase inhibitor
Akarbose, miglitol, dan voglibose bekerja menghambat alfa glukosidase, dan secara spesifik menghambar sucrase dalam usus untuk memperlambat pencernaan dan absorpsi dari monosakarida dari pati dan sukrosa.

Biguanida
Mekanisme aksi dari biguanida seperti metformin tidak jelas, namun mereka tidak menstimulasi pankreas seperti sulfonilurea untuk melepaskan insulin, namun bekerja memfasilitasi uptake dan pemanfaatan glukosa dalam sel. Penggunaan ini terbatas pada diabetes tipe 2 karena tidak efektif, kecuali terdapat insulin

Meglitinida
Meglitinida (contoh : repaglinida) meningkatkan sekresi insulin endogenous dan digunakan pada penderita diabetes tipe 2.

Sulfonilurea
Sulfonilurea dan senyawa yang mirip sulfonamida seperti klorpropamid dan tolbutamid merupakan senyawa sintetik pertama yang digunakan dalam pengobatan antidiabetes. Aksinya menstimulasi sel beta dari pankras untuk menghasilkan insulin dengan diet yang terbatas mengatur kadar glukosa darah dan memungkinkan metabolisme yang normal. Hanya efektif pada diabetes dimana pankreas memiliki kapasitas untuk menghasilkan insulin.

Tiazolidindion
Tiazolidindion (contoh : rosiglitazone) bekerja menurunkan resisten insulin dengan mengkatifasi gamma-PPAR (peroxisome proliferator0activated receptor). Digunakan pada penderita diabetes mellitus tipe 2.

OBAT HIPOGLIKEMIC ORAL
I. OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO)
I.1. Pemicu sekresi insulin:
a. Sulfonilurea
Generasi pertama sulfonilurea adalah tolbutamid, tolazamid, asetoheksamid, dan klorpropamid.
Generasi kedua adalah gliburid (glibenklamid), glipizid, dan glimepirid. Generasi kedua ini lebih efektif menurunkan konsentrasi glukosa darah 10-100 kali.
Efek utama meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
Pilihan utama untuk pasien berat badan normal atau kurang
Sulfonilurea kerja panjang tidak dianjurkan pada orang tua, gangguan faal hati dan ginjal serta malnutrisi.
*        Efek :
        Meningkatkan sekresi insulin
        Menurunkan glukagon
        Memperkuat kerja insulin pada jaringan target
Contoh : klorpropamid, tolbutamid, tolazamid, glimepirid, glibenklamid, glipizid, gliklazid.

b. Glinid
Terdiri dari repaglinid dan nateglinid
Cara kerja sama dengan sulfonilurea, namun lebih ditekankan pada sekresi insulin fase pertama.
Obat ini baik untuk mengatasi hiperglikemia postprandial.

I.2. Peningkat sensitivitas insulin:
a. Biguanid
Golongan biguanid yang paling banyak digunakan adalah Metformin.
Metformin menurunkan glukosa darah melalui pengaruhnya terhadap kerja insulin pada tingkat
seluler, distal reseptor insulin, dan menurunkan produksi glukosa hati.
Metformin merupakan pilihan utama untuk penderita diabetes gemuk, disertai dislipidemia,
dan disertai resistensi insulin.
Contoh : metformin, fenformin dan buformin.

b. Tiazolidindion1,9
Menurunkan resistensi insulin dengan meningkatkan jumlah protein pengangkut glukosa sehingga meningkatkan ambilan glukosa perifer.
Tiazolidindion dikontraindikasikan pada gagal jantung karena meningkatkan retensi cairan.

Penghambat glukoneogenesis:
Biguanid (Metformin).
Selain menurunkan resistensi insulin, Metformin juga mengurangi produksi glukosa hati.
Metformin dikontraindikasikan pada gangguan fungsi ginjal dengan kreatinin serum > 1,5 mg/
dL, gangguan fungsi hati, serta pasien dengan kecenderungan hipoksemia seperti pada sepsis
Metformin tidak mempunyai efek samping hipoglikemia seperti golongan sulfonylurea.
Metformin mempunyai efek samping pada saluran cerna (mual) namun bisa diatasi dengan
pemberian sesudah makan.

Penghambat glukosidase alfa : Contoh : akarbose, miglitol
Acarbose
Bekerja dengan mengurangi absorbsi glukosa di usus halus.
Acarbose juga tidak mempunyai efek samping hipoglikemia seperti golongan sulfonilurea.
Acarbose mempunyai efek samping pada saluran cerna yaitu kembung dan flatulens.
Penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) merupakan
suatu hormone peptide yang dihasilkan oleh sel L di mukosa usus. Peptida ini disekresi bila
ada makanan yang masuk. GLP-1 merupakan perangsang kuat bagi insulin dan penghambat
glukagon. Namun GLP-1 secara cepat diubah menjadi metabolit yang tidak aktif oleh enzim
DPP-4. Penghambat DPP-4 dapat meningkatkan penglepasan insulin dan menghambat penglepasan glukagon.

INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES
3. INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES
No.
Obat A
Obat B
Mekanisme Obat A
Mekanisme Obat B
Sifat
Interaksi
1.
Glibenklamid
Captopril
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Mencegah perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II dengan menghambat Angiotensin-Converting Enzyme
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia. Diduga Peningkatan sementara sensitivitas insulin oleh ACE INHIBITOR
2.
Repaglinide
Klaritromisin
Merangsang sekresi insulin pada pancreas dengan menutup kanal K yang ATP-independent di sel beta pankreas
Menghambat sintesis protein kuman dengan berikatan secara reversible dengan ribosom subunit 50S
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme Repaglinide; (CYP3A4)
3.
Metformin
Alkohol
Menghambat glukoneogenesis dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan
Menghambat perangsangan saraf sehingga mengganggu keseimbangan eksitasi dan inhibisi di otak
Aditif
Alkohol meningkatkan efek metformin pada metabolisme laktat
4.
Metformin
Gliburid
Menghambat glukoneogenesis dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Potensiasi
Metformin meningkatkan AUC dan Cmax gliburid
5.
Glimepirid
Fluvoxamin
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Sebagai antidepresi dengan menghambat ambilan serotonin
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme glimepirid; CYP2C9)
6.
Insulin
Beta-bloker
Menstimulasi pengambilan glukosa perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik
Menghambat secara kompetitif efek obat adrenergic pada adrenoseptor beta
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia
dengan penghambatan glikogenolisis hati oleh beta-blocker diduga menjadi faktor penyebabnya.
7.
Insulin
Captopril
Menstimulasi pengambilan glukosa perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik
Mencegah perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II dengan menghambat Angiotensin-Converting Enzyme
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan meningkatkan kerja insulin
8.
Klorpropamid
Antasida
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Menetralkan asam lambung dengan menaikkan pH lambung
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan meningkatkan absorpsi klorpropamid
9.
Klorpropamid
Simetidin
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Menghambat reseptor H2, sehingga menghambat sekresi asam lambung
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme klorpropamid
10.
Tolbutamid
Dikumarol
Merangsang sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
Mencegah reduksi vitamin K teroksidasi sehingga aktivasi faktor pembekuan darah terganggu
Aditif
Meningkatkan efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme tolbutamid


NO
NAMA OBAT A
NAMA OBAT B
MEKANISME OBAT A
MEKANISME OBAT B
EFEK
1
Sulfonilurea (contoh : tolbutamid, klorpropamid)
Kloramfenikol
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Menghambat sintesis protein bakteri (antibiotik)
Menghambat enzim di hati yang berhubungan dengan metabolisme dari tolbutamid yang menyebabkan hipoglikemia
2
Antidiabetes (acarbose, tolbutamid, miglitol)
Antasida
Menurunkan kadar gula darah
Menetralkan asam lambung
Laju absorpsi obat antidiabetes meningkat → efek hipoglikemik meningkat
3
Sulfonilurea (Glipizid, Glibenklamid)
Fluconazole
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
inhibitor cytochrome P-450 sterol C-14 alpha-demethylation (biosintesis ergosterol) jamur yang sangat selektif
Kadar obat antidiabetes meningkat → terjadi hipoglikemik koma
4
Glicazide
Nicardipine
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Menghambat masuknya ion Ca²+ melewati slow channel yang terdapat pada membran sel (sarkolema)
Hipoglikemik
5
Antidiabetes (Glicazide, metformin, insulin)
Disopyramide
Menurunkan kadar gula darah
menghambat masuknya ion Na+ melewati channel yang terdapat pada membran sel (sarkolema)
Meningkatkan sekresi insulin dari pankreas yang menyebabkan hipoglikemik yang parah
6
Sulfonilurea (Glibenklamid, glipizid)
Makrolida (Eritromisin, klaritromisin)
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Antibiotik (memblok translokasi fase elongasi pada sintesa protein)
Menggantikan posisi antidiabetes pada protein binding site nya yang menyebabkan hipoglikemia
7
Sulfonilurea
MAO inhibitor (Moclobemide)
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Menghambat enzim mono amin oksidase
Menningkatkan pelepasan insulin yang menyebabkan efek penurunan kadar gula darah oleh obat antidiabetes ditingkatkan
8
Metformin
Fenklofenak
Memfasilitasi uptake dan pemanfaatan glukosa dalam sel
Menghambat COX 1
Penurunan clearance dari obat antidiabetes yang menyebabkan hipoglikemik
9
Glibenklamid
Salisilat (Aspirin)
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Mengasetilasi enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan enzim cyclic endoperoxides
Efek aditif (salisilat dalam dosis yang besar dapat menurunkan kadar gula darah) yang menyebabkan hipoglikemia
10
Tolbutamid
Sulfonamida (Sulfaphenazole)
Menstimulasi sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
Antagonis PABA
Menghambat metabolisme dari sulfonilurea yang menyebabkan kadar sulfonilurea meningkat, sehingga efek hipoglikemik meningkat

NO
NAMA OBAT
NAMA MAKANAN / HERBAL
EFEK
1
Metformin
Alkohol
Meningkatkan metabolisme dari metformin → hiperglikemia
2
Glibenklamid
Zingiber officinale
Efek penurunan kadar gula darah meningkat (Zingiber officinale bersifat antidiabetes dari sifat antioksidannya)
3
Glibenklamid
Aloe vera
Kadar glukosa darah meningkat
4
Glibenklamid
Ginkgo biloba
Meningkatkan clearance dari glibenklamid → efek dari glibenklamid menurun → hiperglikemia
5
Glibenklamid
Allium sativum
Efek penurunan kadar gula darah meningkat (Allium sativum bersifat antidiabetes dari sifat antioksidannya)

Pedoman tatalaksana diabetes mellitus tipe-2 yang terbaru dari the American Diabetes Association/ European Association for the Study of Diabetes (ADA/EASD) dan the American Association of Clinical Endocrinologists/American College of Endocrinology (AACE/ACE) merekomendasikan pemberian metformin sebagai monoterapi lini pertama.
Rekomendasi ini terutama berdasarkan efek metformin dalam menurunkan kadar glukosa darah, harga relatif murah, efek samping lebih minimal dan tidak meningkatkan berat badan.
Posisi Metformin sebagai terapi lini pertama juga diperkuat oleh the United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) yang pada studinya mendapatkan pada kelompok yang diberi Metformin terjadi penurunan risiko mortalitas dan morbiditas. UKPDS juga mendapatkan efikasi Metformin setara dengan sulfonylurea dalam mengendalikan kadar glukosa darah.  Ito dkk dalam studinya menyimpulkan bahwa metformin juga efektif pada pasien dengan berat badan normal.


CATATAN
Diabetes mellitus tipe-2 masih merupakan masalah kesehatan yang penting, khususnya karena komplikasi kronik yang ditimbulkannya. Tatalaksana diabetes mellitus tipe-2 bukan hanya ditujukan pada kendali glikemik, tetapi juga terhadap proteksi komplikasi kardiovaskuler.
Metformin merupakan obat hipoglikemik lini pertama untuk diabetes mellitus tipe-2, karena
disamping terbukti efektif dalam kendali glikemik,
Metformin juga terbukti mempunyai efek protektif terhadap komplikasi kardiovaskuler, disamping masih mempunyai banyak efek positif lainnya yang sebagian masih dalam tahap penelitian.

--------------------------------------------semoga bermanfaat  -----------------------------------------

No comments:

Post a Comment