OBAT ANTIDIABETES DAN INTERAKSINYA
Obat antidiabetes adalah obat yang
digunakan untuk mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus,
suatu penyakit dimana terdapat kerusakan
sebagian atau keseluruhan dari sel beta pankreas untuk menghasilkan insulin
yang cukup, salah satu hormon yang diperlukan untuk mengatur kadar glukosa.
Dalam beberapa kasus, terdapat beberapa bukti bahwa penyakit ini disebabkan
karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi aktifitas insulin.
Dengan kekurangan insulin, jaringn
tubuh tidak mampu menangkap dan mencerna glukosa yang terdapat dalam sirkulasi
darah. Oleh karena itu, glukosa yang sebagian besar diperoleh dari makanan yang
dikonsumsi, dab secara normal dieliminasi dan disimpan di jaringan, kadarnya
meningkat dalam darah dan ginjal tidak mampu memprosesnya.
Secara umum, terdapat dua tipe
diabetes :
- Diabetes tipe 1 (juvenile atau insulin dependent diabetes mellitus (IDDM)), dimana pankreas secara mendadak, atau secara total tidak mampu memproduksi insulin, dan membutuhkan insulin untuk terapi
- Diabetes tipe 2 (maturity-onset atau non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM)), dimana sering tampak pada usia diatas 40 tahu. Hal ini muncul ketika pankreas secara perlahan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan insulin dalam hitungan bulan, tahun, atau adanya kekebalan untuk menghasilkan insulin. Ini sering dihubungkan dengan adanya obesitas dan diet yang kurang bagus.
DEFINISI
- Adisi : Beberapa obat yang diberikan bersama-sama memberikan efek yang merupakan penjumlahan dari efek masing-masing obat bila diberikan secara terpisah
- Sinergis : Beberapa obat mempunyai aksi yang hampir sama, bila diberikan bersama-sama ,memberikan efek yang lebih besar dari efek masing-masing obat yang diberikan secara terpisah
- Potensiasi : Beberapa obat yang diberikan bersama-sama dengan aksi-aksi yang tidak sama, memberikan efek yang lebih besar pada pasien, dari pada efek masing-masing secara terpisah.
ANTIDIABETES
PARENTERAL
Analog amilin
Pramilinitida
merupakan analog sintetik dari amilin, hormon pankreas yang berperan dalam
homeostasis glukosa. Pramilinitida menurunkan laju pengosongan lambung dan
menurunkan. Diberikan secara subkutan dengan cepat bersamaan dengan makanan,
dan diberikan pada pasien yang telah menerima insulin
Increatin
mimetic
Exenatide
merupakan increatin mimetic yang berperan sebagai agonis dari glukagon-like
peptida-1 (GLP-1). Obat ini meningkatkan sekresi dari insulin ketika kadar
glukosa tinggi. Diberikan secara subkutan, sebagai tambahan pada penderita
diabetes tipe 2 yang telah menerima metformin, sulfonilurea, atau keduanya
Insulin
Insulin
diekstraksi dari jaringan pankreas dari sapi yang mirip dengan insulin manusia
yang dapat digunakan sebagai pengganti. Namun, insulin pada manusia secara umum
diproduksi secara genetik dengan menggunakan teknik mikroorganisme. Insulin
biasanya diberikan secara injeksi. Onset dan durasi aksi dari insulin dapat
diperpanjang dengan pembentukan kompleks dengan zink atau protamin. Insulin
aspartat dan insulin lispro memiliki onset dan durasi aksi yang lebih cepat
dibandingkan insulin saja.
ANTIDIABETES
ORAL
Aldose
reduktase inhibitor
Epalrestat
menghambat enzim aldose reduktase, dimana mengubah glukosa menjadi sorbitol.
Akumulasi dari sorbitol mungkin memainkan peran dalam sebagian komplikasi
diabetes.
Alfa-glukosidase
inhibitor
Akarbose,
miglitol, dan voglibose bekerja menghambat alfa glukosidase, dan secara
spesifik menghambar sucrase dalam usus untuk memperlambat pencernaan dan
absorpsi dari monosakarida dari pati dan sukrosa.
Biguanida
Mekanisme aksi
dari biguanida seperti metformin tidak jelas, namun mereka tidak menstimulasi
pankreas seperti sulfonilurea untuk melepaskan insulin, namun bekerja
memfasilitasi uptake dan pemanfaatan glukosa dalam sel. Penggunaan ini terbatas
pada diabetes tipe 2 karena tidak efektif, kecuali terdapat insulin
Meglitinida
Meglitinida
(contoh : repaglinida) meningkatkan sekresi insulin endogenous dan digunakan
pada penderita diabetes tipe 2.
Sulfonilurea
Sulfonilurea dan
senyawa yang mirip sulfonamida seperti klorpropamid dan tolbutamid merupakan
senyawa sintetik pertama yang digunakan dalam pengobatan antidiabetes. Aksinya
menstimulasi sel beta dari pankras untuk menghasilkan insulin dengan diet yang
terbatas mengatur kadar glukosa darah dan memungkinkan metabolisme yang normal.
Hanya efektif pada diabetes dimana pankreas memiliki kapasitas untuk
menghasilkan insulin.
Tiazolidindion
Tiazolidindion
(contoh : rosiglitazone) bekerja menurunkan resisten insulin dengan
mengkatifasi gamma-PPAR (peroxisome proliferator0activated receptor). Digunakan
pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
OBAT
HIPOGLIKEMIC ORAL
I. OBAT
HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO)
I.1. Pemicu
sekresi insulin:
a. Sulfonilurea
• Generasi pertama sulfonilurea adalah tolbutamid, tolazamid,
asetoheksamid, dan klorpropamid.
• Generasi
kedua adalah gliburid
(glibenklamid), glipizid, dan glimepirid. Generasi kedua ini lebih
efektif menurunkan konsentrasi glukosa darah 10-100 kali.
• Efek utama meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta
pankreas
• Pilihan utama untuk pasien berat badan normal atau kurang
• Sulfonilurea kerja panjang tidak dianjurkan pada orang tua,
gangguan faal hati dan ginjal serta malnutrisi.
–
Meningkatkan
sekresi insulin
–
Menurunkan
glukagon
–
Memperkuat
kerja insulin pada jaringan target
Contoh :
klorpropamid, tolbutamid, tolazamid, glimepirid, glibenklamid, glipizid,
gliklazid.
b. Glinid
• Terdiri dari repaglinid dan nateglinid
• Cara kerja sama dengan sulfonilurea, namun lebih ditekankan
pada sekresi insulin fase pertama.
• Obat ini baik untuk mengatasi hiperglikemia postprandial.
I.2. Peningkat
sensitivitas insulin:
a. Biguanid
• Golongan biguanid yang paling banyak digunakan adalah
Metformin.
• Metformin menurunkan glukosa darah melalui pengaruhnya
terhadap kerja insulin pada tingkat
seluler, distal reseptor insulin, dan menurunkan produksi
glukosa hati.
• Metformin merupakan pilihan utama untuk penderita diabetes
gemuk, disertai dislipidemia,
dan disertai resistensi insulin.
Contoh
: metformin, fenformin dan buformin.
b.
Tiazolidindion1,9
• Menurunkan resistensi insulin dengan meningkatkan jumlah
protein pengangkut glukosa sehingga meningkatkan ambilan glukosa perifer.
• Tiazolidindion dikontraindikasikan pada gagal jantung karena
meningkatkan retensi cairan.
Penghambat
glukoneogenesis:
Biguanid
(Metformin).
• Selain menurunkan resistensi insulin, Metformin juga
mengurangi produksi glukosa hati.
• Metformin dikontraindikasikan pada gangguan fungsi ginjal
dengan kreatinin serum > 1,5 mg/
dL, gangguan fungsi hati, serta pasien dengan kecenderungan
hipoksemia seperti pada sepsis
• Metformin tidak mempunyai efek samping hipoglikemia seperti
golongan sulfonylurea.
• Metformin mempunyai efek samping pada saluran cerna (mual)
namun bisa diatasi dengan
pemberian sesudah makan.
Penghambat
glukosidase alfa : Contoh : akarbose, miglitol
Acarbose
• Bekerja dengan mengurangi absorbsi glukosa di usus halus.
• Acarbose juga tidak mempunyai efek samping hipoglikemia
seperti golongan sulfonilurea.
• Acarbose mempunyai efek samping pada saluran cerna yaitu
kembung dan flatulens.
• Penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) Glucagon-like
peptide-1 (GLP-1) merupakan
suatu hormone peptide yang dihasilkan oleh sel L di mukosa
usus. Peptida ini disekresi bila
ada makanan yang masuk. GLP-1 merupakan perangsang kuat bagi
insulin dan penghambat
glukagon. Namun GLP-1 secara cepat diubah menjadi metabolit
yang tidak aktif oleh enzim
DPP-4. Penghambat DPP-4 dapat meningkatkan penglepasan insulin
dan menghambat penglepasan glukagon.
INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES
3. INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES
|
No.
|
Obat
A
|
Obat
B
|
Mekanisme
Obat A
|
Mekanisme
Obat B
|
Sifat
|
Interaksi
|
|
1.
|
Glibenklamid
|
Captopril
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Mencegah
perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II dengan menghambat
Angiotensin-Converting Enzyme
|
Aditif
|
Meningkatkan efek hipoglikemia. Diduga Peningkatan
sementara sensitivitas
insulin oleh ACE INHIBITOR
|
|
2.
|
Repaglinide
|
Klaritromisin
|
Merangsang
sekresi insulin pada pancreas dengan menutup kanal K yang ATP-independent di sel beta pankreas
|
Menghambat
sintesis protein kuman dengan berikatan secara reversible dengan ribosom
subunit 50S
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme Repaglinide; (CYP3A4)
|
|
3.
|
Metformin
|
Alkohol
|
Menghambat
glukoneogenesis dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan
|
Menghambat
perangsangan saraf sehingga mengganggu keseimbangan eksitasi dan inhibisi di
otak
|
Aditif
|
Alkohol
meningkatkan efek metformin pada metabolisme laktat
|
|
4.
|
Metformin
|
Gliburid
|
Menghambat
glukoneogenesis dan meningkatkan penggunaan glukosa di jaringan
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Potensiasi
|
Metformin
meningkatkan AUC dan Cmax gliburid
|
|
5.
|
Glimepirid
|
Fluvoxamin
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Sebagai
antidepresi dengan menghambat ambilan serotonin
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme glimepirid; CYP2C9)
|
|
6.
|
Insulin
|
Beta-bloker
|
Menstimulasi
pengambilan glukosa perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik
|
Menghambat
secara kompetitif efek obat adrenergic pada adrenoseptor beta
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia
dengan
penghambatan glikogenolisis hati oleh beta-blocker diduga
menjadi faktor
penyebabnya.
|
|
7.
|
Insulin
|
Captopril
|
Menstimulasi
pengambilan glukosa perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik
|
Mencegah
perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II dengan menghambat
Angiotensin-Converting Enzyme
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan meningkatkan kerja insulin
|
|
8.
|
Klorpropamid
|
Antasida
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Menetralkan
asam lambung dengan menaikkan pH lambung
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan meningkatkan absorpsi klorpropamid
|
|
9.
|
Klorpropamid
|
Simetidin
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Menghambat
reseptor H2, sehingga menghambat sekresi asam lambung
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme klorpropamid
|
|
10.
|
Tolbutamid
|
Dikumarol
|
Merangsang
sekresi insulin dari granul sel-sel beta pankreas
|
Mencegah
reduksi vitamin K teroksidasi sehingga aktivasi faktor pembekuan darah
terganggu
|
Aditif
|
Meningkatkan
efek hipoglikemia dengan menurunkan metabolisme tolbutamid
|
|
NO
|
NAMA
OBAT A
|
NAMA
OBAT B
|
MEKANISME
OBAT A
|
MEKANISME
OBAT B
|
EFEK
|
|
1
|
Sulfonilurea
(contoh : tolbutamid, klorpropamid)
|
Kloramfenikol
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Menghambat
sintesis protein bakteri (antibiotik)
|
Menghambat
enzim di hati yang berhubungan dengan metabolisme dari tolbutamid yang
menyebabkan hipoglikemia
|
|
2
|
Antidiabetes
(acarbose, tolbutamid, miglitol)
|
Antasida
|
Menurunkan
kadar gula darah
|
Menetralkan
asam lambung
|
Laju
absorpsi obat antidiabetes meningkat → efek hipoglikemik meningkat
|
|
3
|
Sulfonilurea
(Glipizid, Glibenklamid)
|
Fluconazole
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
inhibitor
cytochrome P-450 sterol C-14 alpha-demethylation (biosintesis ergosterol)
jamur yang sangat selektif
|
Kadar
obat antidiabetes meningkat → terjadi hipoglikemik koma
|
|
4
|
Glicazide
|
Nicardipine
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Menghambat
masuknya ion Ca²+ melewati slow channel yang terdapat pada membran sel
(sarkolema)
|
Hipoglikemik
|
|
5
|
Antidiabetes
(Glicazide, metformin, insulin)
|
Disopyramide
|
Menurunkan
kadar gula darah
|
menghambat
masuknya ion Na+ melewati channel yang terdapat pada membran sel (sarkolema)
|
Meningkatkan
sekresi insulin dari pankreas yang menyebabkan hipoglikemik yang parah
|
|
6
|
Sulfonilurea
(Glibenklamid, glipizid)
|
Makrolida
(Eritromisin, klaritromisin)
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Antibiotik
(memblok translokasi fase elongasi pada sintesa protein)
|
Menggantikan
posisi antidiabetes pada protein binding site nya yang menyebabkan
hipoglikemia
|
|
7
|
Sulfonilurea
|
MAO
inhibitor (Moclobemide)
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Menghambat
enzim mono amin oksidase
|
Menningkatkan
pelepasan insulin yang menyebabkan efek penurunan kadar gula darah oleh obat
antidiabetes ditingkatkan
|
|
8
|
Metformin
|
Fenklofenak
|
Memfasilitasi
uptake dan pemanfaatan glukosa dalam sel
|
Menghambat
COX 1
|
Penurunan
clearance dari obat antidiabetes yang menyebabkan hipoglikemik
|
|
9
|
Glibenklamid
|
Salisilat
(Aspirin)
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Mengasetilasi
enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan enzim cyclic endoperoxides
|
Efek
aditif (salisilat dalam dosis yang besar dapat menurunkan kadar gula darah)
yang menyebabkan hipoglikemia
|
|
10
|
Tolbutamid
|
Sulfonamida
(Sulfaphenazole)
|
Menstimulasi
sel beta pankreas untuk mennghasilkan insulin
|
Antagonis
PABA
|
Menghambat
metabolisme dari sulfonilurea yang menyebabkan kadar sulfonilurea meningkat,
sehingga efek hipoglikemik meningkat
|
|
NO
|
NAMA
OBAT
|
NAMA
MAKANAN / HERBAL
|
EFEK
|
|
1
|
Metformin
|
Alkohol
|
Meningkatkan
metabolisme dari metformin → hiperglikemia
|
|
2
|
Glibenklamid
|
Zingiber
officinale
|
Efek
penurunan kadar gula darah meningkat (Zingiber officinale bersifat
antidiabetes dari sifat antioksidannya)
|
|
3
|
Glibenklamid
|
Aloe
vera
|
Kadar
glukosa darah meningkat
|
|
4
|
Glibenklamid
|
Ginkgo
biloba
|
Meningkatkan
clearance dari glibenklamid → efek dari glibenklamid menurun → hiperglikemia
|
|
5
|
Glibenklamid
|
Allium
sativum
|
Efek
penurunan kadar gula darah meningkat (Allium sativum bersifat
antidiabetes dari sifat antioksidannya)
|
Pedoman tatalaksana diabetes mellitus tipe-2 yang terbaru
dari the American Diabetes Association/ European Association for the Study of
Diabetes (ADA/EASD) dan the American Association of Clinical
Endocrinologists/American College of Endocrinology (AACE/ACE) merekomendasikan pemberian
metformin sebagai monoterapi lini pertama.
Rekomendasi ini terutama berdasarkan efek metformin dalam
menurunkan kadar glukosa darah, harga relatif murah, efek samping lebih minimal
dan tidak meningkatkan berat badan.
Posisi Metformin sebagai terapi lini pertama juga diperkuat
oleh the United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) yang pada studinya
mendapatkan pada kelompok yang diberi Metformin terjadi penurunan risiko mortalitas
dan morbiditas. UKPDS juga mendapatkan efikasi Metformin setara dengan sulfonylurea
dalam mengendalikan kadar glukosa darah. Ito dkk dalam studinya menyimpulkan bahwa
metformin juga efektif pada pasien dengan berat badan normal.
CATATAN
Diabetes mellitus tipe-2 masih merupakan masalah
kesehatan yang penting, khususnya karena komplikasi kronik yang ditimbulkannya.
Tatalaksana diabetes mellitus tipe-2 bukan hanya ditujukan pada kendali
glikemik, tetapi juga terhadap proteksi komplikasi kardiovaskuler.
Metformin merupakan obat hipoglikemik lini pertama
untuk diabetes mellitus tipe-2, karena
disamping terbukti efektif dalam kendali
glikemik,
Metformin juga terbukti mempunyai efek protektif
terhadap komplikasi kardiovaskuler, disamping masih mempunyai banyak efek
positif lainnya yang sebagian masih dalam tahap penelitian.
--------------------------------------------semoga bermanfaat -----------------------------------------
No comments:
Post a Comment