Thursday, 2 March 2017




EFEK SAMPING BEBERAPA OBAT-OBATAN

  1. History Efek samping Thalidomide
Thalidomide merupakan suatu obat sedative hipnotik untuk mengatasi insomnia.
Hipnotik sedatif adalah istilah untuk obat-obatan yang mampu mendepresi sistem saraf pusat. Sedatif adalah substansi yang memiliki aktifitas moderate yang memberikan efek menenangkan, sementara hipnotik adalah substansi yang dapat memberikan efek mengantuk dan yang dapat memberikan onset serta mempertahankan tidur.
Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis.
Thalidomide, diluncurkan pada tanggal 1 Oktober 1957, diindikasikan untuk sebagai penghilang rasa sakit yang efektif dan tranquiliser dan dinyatakan sebagai "obat ajaib" untuk insomnia, batuk, pilek dan sakit kepala.
Tranquilizers (ataraktika atau anksiolitika) adalah obat yang bekerja secra sedative, merelaksasi otot dan antikonvulsif. Digunakan pada keadaan-keadaan neurotis (gelisah, takut,stess).
Namun dalam perjalanannya obat ini banyak disalahresepkan pada ibu hamil untuk mengatasi gejala mual dan muntah. Thalidomide juga digunakan sebagai antiemetik yang efektif yang memiliki efek menghilangkan morning sickness, dan ribuan wanita hamil menggunakan obat ini untuk meringankan gejala mereka karena efeknya yang luar biasa. Bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pada saat hamil mengkonsumsi thalidomide ditemukan cacat baik dalam bentuk Amelia (tidak memiliki tangan dan kaki), fokomelia (lengan dan kaki tidak lengkap), bibir sumbing (labioschisis), tanpa langit-langit (palatoschisis) , tanpa mata (anophtalmus), tanpa telinga (anotia), tanpa tempurung kepala (anencephali), hingga abnormalitas berbagai organ tubuh.
Pada pertengahan tahun 1962, Thalidomide dinyatakan ditarik dari peredaran di seluruh dunia. Yang paling tragis, untuk menghentikan tragedi obat ini diperlukan waktu yang amat panjang, yaitu 8 tahun dengan korban lebih dari 10.000 bayi cacat di seluruh dunia.
  1. Menggunakan teknologi yang dikembangkan 20 tahun lalu untuk mempelajari reseptor, peneliti mengidentifikasi salah satu ikatan mitra thalidomide oleh lapisan manik-manik magnet dengan turunan dari obat, kemudian menggunakan magnet untuk menarik keluar setiap protein yang terikat oleh obat dari ekstrak sel manusia. Tim mempersempit target obat untuk CRBN, ketika thalidomide terikat akan menghambat ekspresi faktor pertumbuhan yang diperlukan untuk perkembangan sel-sel di kaki dan telinga.
  2. Tidak ditemukan gejala ini pada uji/ eksperimen pada hewan uji karena dampaknya pada perkembangan embrio atau teratogenik, tidak ditemukan pada hewan eksperimen karena obat tidak mempengaruhi tikus dengan cara yang sama. Hal ini lah yang menyebabkan Thalidomide lolos uji.
  3. Ketika embrio ikan zebra diperlakukan dengan thalidomide, mereka menyadari bahwa pengembangan sirip dada dan pendengaran vesikula (setara dengan lengan dan telinga pada manusia) sangat kerdil. Dan ketika embrio itu kemudian disuntikkan dengan menggunakan versi mutan zCRBN (versi CRBN ikan zebra) yang tidak diikat oleh thalidomide, para peneliti mengidentifikasi bahwa mereka dapat menyelamatkan pertumbuhan anggota badan. Mereka validasi temuan lebih lanjut pada anak ayam.
    "Cereblon merupakan target utama dari teratogenisitas thalidomide" tulis para peneliti dalam Rata Penuhartikel di Jurnal Science mereka
  4. Para ilmuwan telah menemukan mekanisme utama dimana thalidomide menyebabkan kaki cacat pada embrio. Hal ini merupakan efek samping yang diketahui setelah terjadi kecacatan pada ribuan bayi yang lahir dari ibu yang telah diresepkan Thalidomide untuk morning sickness. Penelitian di jurnal Science mengungkapkan bahwa thalidomide mengikat dan menonaktifkan cereblon protein (CRBN), yang berperan sangat penting dalam pembentukan anggota tubuh.
  5. Thalidomide bisa efektif dalam pengobatan kanker tertentu dan kusta, tetapi kenyataan bahwa Thalidomide menyebabkan bayi lahir cacat bagi ibu hamil, maka penggunaannya tetap dianggap berisiko dan kontroversial.

  1. Obat-obat yang menimbulkan efek samping



 


 

Semoga bermanfaat




 
 

No comments:

Post a Comment